Rabu, 30 Januari 2013

Munculnya Aliran_Aliran Dalam Islam

Mulai ada gejala timbulnya aliran-aliran dalam Islam adalah sejak pucuk pimpinan kekhalifahan dipegang oleh Utsman Ibnu Affan r.a., yaitu khalifah ke-3 setelah wafatnya Rasulullah saw.
Pada masa khalifah ketiga ini suasana politik mulai diwarnai oleh kepentingan kelompok, yang mengarah kepada terjadinya perpecahan di tubuh umat Islam, yang terus meruncing sampai terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, danakhirnya tampuk pimpinan kekhalifahan digantikan oleh Ali bin Abu Thalib r.a.
Pada masa pemerintahan Khalifah Ali bin Abu Thalib perpecahan di tubuh umat Islam terus berlanjut dan sangat sulit dicarikan solusinya. Umat Islam pada saat itu ada yang pro terhadap kekhalifahan Ali bin Abu Thalib, yang menamakan dirinya kelompok Syiah dan ada yang kontra, yang menamakan dirinya Khawarij. Akhirnya, perpecahan itu meletus dan terjadilah peperangan yang dikenal dalam sejarah dengan sebutan Perang Siffin dan Perang Jamal.
Bermula dari situlah akhirnya timbul berbagai aliran di kalangan umat Islam. Masing-masing kelompok tersebut juga berpecah-belah. Sehingga, jumlah aliran di kalangan Islam menjadi banyak. Aliran Syiah, misalnya, pecah menjadi beberapa aliran, di antaranya ialah Syiah Imamiyah, Syiah al-Mukhlashiin, Syiah Tafdiliyyah, Syiah Bathiniyah, Syiah Mufadliiyah, Syiah Sarighiyah, Syiah Kamiliyah, dan lain-lain.
Latar Belakang Timbulnya Firqah
Banyak hal yang melatarbelakangi timbulnya aliran-aliran dalam Islam, baik pada masa lalu maupun pada masa jahiliah moderen sekarang ini. Ada yang dilatarbelakangi oleh kepentingan politik, pribadi, kelompok, atau golongan, atau juga agen-agen Zionis yang ingin menghancurkan Islam, baik secara langsung maupun tidak.

Indikasi tersebut dapat dilihat dari ajaran yang mereka ajarkan dan tekanan kepada jamaah atau pengikutnya, sehingga ajaran mereka sangat jauh menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya, meskipun mereka mengklaim bersumber dari Alquran dan sunah. Bahkan, ajaran mereka sesungguhnya justru menghina, merongrong, mengubah, memalsu, dan mencampuradukan ajaran Islam dengan ajaran setan. Sebagian di antara mereka menggunakan Islam hanya sebagai kedok dan Alquran serta hadis sebagai tameng belaka. Karena, aliran-aliran tersebut memiliki kitab suci sendiri, mempunyai nabi sendiri dan bahkan mempertuhankan selain Allah. Sebagian di antara mereka meyakini bahwa amir atau imamnya mempunyai otoritas kenabian dan bahkan ketuhanan. Kebatilan dan kesesatan pasti akan sirna. Karena, tidak ada kebenaran yang hakiki selain yang datangnya dari Allah dan rasul-Nya, dan tidak ada agama yang benar selain agama Allah yang disampaikan rasul-Nya.
Allah SWT berfirman yang artinya, “Sesungguhnya agama yang benar yang diridai Allah hanyalah agama Islam, tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al-kitab, kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada di antara mereka. Barang siapa kafir (ingkar) terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran: 19).
“Barang siapa mengambil ajaran selain ajaran agama Islam, maka tidak akan diterima oleh Allah dan di akhirat kelak termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85).
Peringatan Rasulullah saw. akan Timbulnya Firqah-Firqah
Sebagai antisipasi, Rasulullah saw. telah memberi tahu dan memperingatkan kepada para sahabat dan umatnya tentang akan timbulnya aliran-aliran dalam Islam, yaitu bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan.
Rasulullah saw. juga menegaskan bahwa dari ke-73 golongan tersebut tidak semua ajarannya benar. Mereka menyimpang dari petunjuk Alquran dan sunah yang sesungguhnya, meskipun sebagian besar mereka mengklaim berdasarkan Alquran dan sunah, karena pemahaman yang mereka ambil dari orang-orang yang telah membelokkan pemahaman dari yang sesungguhnya. Sehingga, mayoritas aliran tersebut adalah sesat dan menyesatkan karena menambah dan mengurangi, mengubah dan membuat ajaran sendiri. Mereka lebih mendahulukan omongan imam atau amirnya daripada firman Allah atau sabda Rasulullah saw. Atau, jika berdasarkan Alquran atau hadis, pemahamannya telah diubah sedemikian rupa demi kepentingan alirannya
Dari Abdullah bin Amer r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Dan, sesungguhnya kaum Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semua golongan tersebut masuk neraka kecuali satu golongan,” para sahabat bertanya, “Siapakah satu golongan yang selamat tersebut, wahai Rasulullah saw.? Rasulullah saw. menjawab, “Yaitu golongan yang mengikuti ajaranku dan sahabatku.” (HR Tirmizi).
Dalam hadis dari Auf bin Malik r.a., ia mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, Demi Zat yang diriku ada padanya, sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, satu golongan masuk surga dan 72 golongan masuk neraka,” pada sahabat bertanya, “Siapakah yang masuk surga, wahai Rasulullah saw.? Jawab Rasulullah saw. adalah golongan Ahli Sunnah wal-Jamaah.” (HR Ibnu Majah).
Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya, Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar